
PENSIL
26 June, 2009
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis
> sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman
> kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si
> cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada
> cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu,
> tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu
> pensil yang nenek pakai.” “Nenek harap kamu bakal seperti pensil
> ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.
> Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan
> bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak
> ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi
> nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang
> lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab,
> “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil
> ini.” “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa
> membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu
> selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup
> ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari
> sebuah pensil. “Kualitas pertama, pensil mengingatkan
> kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini..
> Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah
> lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu
> dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan
> selalu membimbing kita menurut kehendakNya”
> . “Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang
> beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk
> menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan
> membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut
> selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.
> Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani
> menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang
> akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.
> “Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita
> kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki
> kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan
> kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa
> membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang
> benar”. “Kualitas keempat, bagian yang paling
> penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,
> melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab
> itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam
> dirimu”. “Kualitas kelima, adalah
> sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti
> juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat
> dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu
> selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.