h1

Gaji Rp 8,8M menjadi Pizza Delivery

15 April, 2009

Fresh Pizza Delivered

Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna.

Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA (University of California), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham.

Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua
anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun.

“Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?” kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.

Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam “Impian
Amerika” (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di
kota Tampa, Florida. Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf.

“Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko.
Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja,” kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang.
Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan
membuat usaha sendiri yang sejenis.

Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf
hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari
tabungannya. Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga
mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.

Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak
mampu menarik investor, sehingga perusahaannya bubar.

Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja.
Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja.

“Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap
kurang ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si
pewawancara, apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya,”
kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di laman stasiun
televisi ABC.

“Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil
memegang topi di tangan,” lanjut Karpman.

Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup
sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus
menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam disita
pihak kreditur.

Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah
swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur
ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak
mereka hingga tahun depan.

Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan
mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi
mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai
bartender (peramu minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini
juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian
di toko-toko loak.

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai
eksekutif, melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di
restoran Mike’s Pizza & Deli di kota Clearwater.

Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke
tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah
Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan
dan pekerjaan) Karpman.

Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus
bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan
kata lain, Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan
pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar).

Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji
US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam – belum termasuk
tips. Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan
profesi suaminya saat ini.

“Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil
berkata, ‘boleh pinjam uangmu?’ Menjadi pengantar pizza pun sudah
kemajuan,” lanjut Karpman.

One comment

  1. saya ingin seperti dia karna saat ini posisi saya sedang tidak bekerja tetapi saya harus berjuang untuk mencari uang demi untuk menghidupi 2 anak anak saya yang masih kecil apapun bentuk kerjaan nya nya yang penting halal saya akan lakukan



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: