h1

FAMILY – kata kata KaSaR

18 June, 2009

.

flowers-1-photos

Saya bersenggolan dengan seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat.

“Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.” Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

 

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya. Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku,

 

“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan,

tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.

Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru.

Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu,

dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.” Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.

 

Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak,

bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?” Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. ” “Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”

Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.” Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu. ” Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar

menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”

 

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?

Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?

 

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?

Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?

 

Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.

FAMILY = (F)ather (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.

3 comments

  1. kisah ini kembali menyadarkan saya akan pentingnya keluarga,slama ini saya terlalu sibuk dan asyik sendiri dengan kesibukan pribadi saya tanpa menghiraukan keluarga terutama kedua orang tua saya yg senantiasa menanti kepulangan saya dari kantor.Thanks a lot, sy banyak belajar dari membaca artikel2 ini.


  2. Selama saya buka internet, saya bentak putri kecilku yang baru 4 tahun karena ikut-ikutan mencet keyboard. Sekarang dia tidur,dan saya baca cerita ini. Terus terang saya jadi sedih dan benar-benar merasa bersalah….


  3. Benar2 menampar saya, selama ini saya mgkn sering membentak jagoan saya krn ada mslh d kerjaan atau d hidup saya.. Ketika saya membaca artikel ini, saya merasa sgt sgt sedih.. Dan saya sadar bahwa selama ini terlalu sibuk dg urusan saya sehingga anak saya terabaikan pdhl jagoan saya adl semangat hidup saya.. Ya Tuhan, ak mau berubah sblm ak terlambat.. Help me God..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: